TEMBILAHAN GentaRiau.com : Hubungan antara insan Pers dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir (Inhil) kini disorot karena semakin tak sehat. Terutama semenjak Kasi Intelnya dijabat Erik Rusnandar,SH yang juga didukung oleh Kajari baru Johannes Harysuandy Siregar,SH,.MH.
Sikap tak bersahabat dari pihak Kejaksaan negeri Indragiri Hilir kini semakin terbukti. Keluhan dari banyak wartawan tentang sulitnya mendapat informasi maupun konfimasi terlontar dari banyak wartawan. Ada yang mengaku menelepon tapi tak mau di angkat, ada yang me wa tak dibalas-balas.
Sejumlah wartawan menilai pihak Kejari Inhil seringkali bersikap tak bersahabat dan cenderung sombong dan angkuh kala berhubungan dengan wartawan di Inhil. Hal ini terlihat ketika begitu banyak wartawan yang mengeluhkan sulitnya Erik Rusnandar dihubungi lewat telepon, baik untuk konfirmasi maupun untuk wawancara. ‘’Hp-nya aktif, tapi kalau ditelepon tak ngangkat, di wa tak pulak mau merespon. Sombong betul lah,’’ kata wartawan dengan nada kesal.
Bahkan, saat kegiatan konferensi Pers dengan Kajari Inhil (Rabu/14/10/26), seorang wartawan sengaja bertanya tentang komitmen Kajari baru JH Siregar perihal kemitraan dengan wartawan ke depan berkenaan kebutuhan wartawan untuk keperluan konfirmasi agar berita yang naik bisa lebih seimbang, Erik Sunandar langsung angkat bicara. ‘’Saya sudah bilang, kalau mau konfirmasi silahkan datang langsung ke kantor, saya tidak melayani lewat telepon, hal ini juga agar saya bisa tau siapa orangnya dan bisa kenal,’’ kata Erik Sunandar.
Alih-alih mendapatkan penjelasan yang menyenangkan, wartawan malah justru diajak berdebat kusir. Karena sang wartawan yang bertanya merasa sudah pernah bahkan tiga kali datang mau menjumpai Erik Sunandar, akan tetapi Erik Sunandar tetap sulit dijumpai dengan alasan sedang sibuk terus, akhirnya suasana jumpa pers menjadi tegang seperti debat kusir karena Erik Sunandar bertahan membela diri dan merasa tidak pernah berurusan dijumpai oleh sang wartawan yang bertanya. Sang wartawan pun bertahan tak mau kalah mendebat, akhirnya mikrofon diambil alih Kajari JH Siregar dan mengatakan akan memperbaiki hubungan ke depan dengan wartawan.
‘’Nanti kita aturlah ya, mudah-mudahan nanti bagusnya ada group WhatsApp wartawan kejaksaanlah ya, ya….’’ ujar Kajari HJ Siregar sambil berdiri bersiap untuk bubar acara komferensi Pers.
Kegiatan jumpa Pers yang digelar Kejari Inhil terkait pemusnahan Barang Bukti hasil sitaan dan inkrah kali ini memang terkesan penuh nuansa tegang dan tidak cair karena sikap penegak hukum di Kejari Inhil yang terbukti tidak bersahabat, terutama dengan Kasi Intel Erik Sunandar yang punya gaya sok dingin dan kaku tersebut.
Selain pelayanan kepada wartawan yang hadir kurang menyenangkan, pertemuan itu juga terkesan tidak menghargai wartawan yang hadir sebagaimana mestinya. Sebab, ada segelintir wartawan yang pada saat itu tidak mendapat pelayanan nasi kotak dicuekin, hanya diam saja, sementara yang lain diberi dan usai jumpa pers mereka semua pun akhirnya pulang dengan wajah yang saling lihat melihat satu sama lain. Hal ini sangat berbeda dengan kegiatan jumpa pers yang sering kali digelar di Polres Inhil, Bea Cukai ataupun Kodim Inhil yang sudah berjalan baik dan bersahabat serta bermitra dengan insan pers.
Usai kegiatan jumpa pers di Kejari Inhil, sejumlah wartawan akhirnya ngumpul ngopi dan berbincang-bincang tentang persoalan dan eksistensi Kejari Inhil yang ternyata banyak wartawan yang menilai negatif dari sikap aparat penegak hukum di gedung jaksa penuntut umum Inhil tersebut. Penegak hukum di Kejari Inhil dinilai wartawan terkesan alergi bila berurusan dengan wartawan. ‘’Jadi, beginilah modelnya Kejari kita di Inhil ini ya. Bagusnya nanti kita laporkan aja ke Kajati dan Kejagung, biar tau,’’ ujar wartawan lain yang ikut nyeletuk sambil tertawa.
Ada pula wartawan yang mengaku pernah mau ketemu Kasi Intel Erik Sunandar tapi Hp harus ditinggal di penjagaan. Ada pula yang mengaku pernah menelepon tapi tak mau diangkat-angkat dan di wa tapi tak ditanggapi sama sekali. ‘’Kalau misalnya dia balas wa kita dan bilang, maaf ya saya tidak melayani via wa dan telepon, jika ada perlu silahkan datang langsung ke kantor ketemu dengan saya. Kalau gitu wa nya, kan enak pulak kita jelas ada jawabannya, ini tidak ada respon sama sekali. Ngeri kita punya pejabat baru selevel Kasi tapi kayak gini sombongnya,’’ celetuk wartawan lain saling menyahut.
‘’Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum seharusnya menjadi contoh dalam keterbukaan informasi publik, bukan justru menghambat dan kaku seperti itu. Kejari itu seharusnya mitra pers, mitra strategis untuk pengawasan penegakan hukum. Kalau setiap dikonfirmasi malah diajak berdebat, bagaimana publik mau tahu kinerja kejaksaan,” tambah wartawan lainnya.
Sejumlah wartawan berharap, Kepala Kejaksaan Negeri Inhil yang baru, JH Siregar dapat mengevaluasi jajarannya agar lebih humanis dan terbuka terhadap wartawan. Keterbukaan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Adhyaksa. (Ga)*

More Stories
Pelantikan DPC IKA UIR Inhil Meriah, H Edison Ajak Alumni Dukung Inhil Hebat
Pelantikan DPC IKA UIR Inhil Meriah,
Hasil PAW Samsul Ependi Menang Telak Jadi Kades Nusantara Jaya Keritang