PEKANBARU, GeNTARiau – Suasana ceria namun khidmat menyelimuti ruangan mushala komplek sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Pekanbaru, Rabu (11/02) pagi menjelang siang. Puluhan siswa/i tahfidz di madrasah itu, selain diberi mushaf Al-Qur’an baru oleh Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ), juga mendapatkan motivasi.
Para pelajar penghafal Al-Qur’an di madrasah itu baru saja usai melaksanakan shalat Duha tatkala disambangi oleh tim Komunitas KWQ. Komunitas yang dipimpin A. Z. Fachri Yasin ini datang guna menyalurkan dan membagikan langsung 27 mushaf Al-Qur’an yang bersumber dari sejumlah pewakaf (wakif) kepada pelajar tahfidz madrasah.
Mushaf Al-Qur’an yang disalurkan oleh KWQ tersebut adalah model terbaru yang mendukung kegiatan tahfidz dengan metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman. Penerima mushaf wakaf itu hanya disyaratkan memiliki hafalan minimal 2 juz.
Tidak hanya para pelajar tahfidz MTsN 2 yang antusias dan gembira, pimpinan dan majelis guru madrasah yang terletak di Jalan Yos Sudarso KM 15, Rumbai itu juga merespons positif dan mengapresiasi atas penyaluran dan pembagian mushaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ.
“Kami haturkan rasa syukur dan terima kasih kepada para wakif dan komunitas KWQ atas kepeduliannya dalam membantu kebutuhan mushaf Al-Qur’an untuk anak-anak kami yang sedang mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Semoga diridhai dan menjadi amal jariyah yang memdatangkan keberkahan dan pahala mulia dari Allah Swt,” tutur Kepala MTsN 2 dalam sambutannya yang diwakili Akmal, MA.
Wakil Kepala Madrasah bidang Keagamaan itu meyakini pemberian mushaf baru dengan metode tajwid dan terjemahan berwarna ini dapat meningkatkan semangat anak didiknya dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, sehingga menjadi hafidz/hafidzah sebagaimana diharapkan.
“Kepada anak-anakku yang mendapatkan mushaf baru hendaknya mensyukuri pemberian ini dengan memanfaatkannya sebaik-baiknya. Al-Qur’an ini adalah mahkota agama Islam yang membawa kita masuk surga, termasuk juga orang tua kita. Karena itu senantiasalah rajin membaca dan mempelajarinya untuk kemudian diamalkan,” kata Akmal.
Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa KWQ bukan sebuah yayasan dan hanyalah komunitas dengan fokus kegiatan wakaf Al-Qur’an. Mushaf Qur’an gratis yang dibagikan tersebut merupakan wakaf yang dihimpun dari donasi sejumlah wakif dari berbagai kalangan. KWQ hanya memfasilitasi untuk disalurkan kepada yang membutuhkan, terutama kalangan pelajar tahfidz.
“Harapan para wakif tidak banyak, mereka hanya minta Al-Qur’an wakaf ini dimanfaatkan dengan baik dan mendoakan yang terbaik untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat,” ungkap Fachri.
Seperti yang sudah-sudah, saat memberi pencerahan dan motivasi kepada segenap siswa/i MTsN 2, Fachri berinteraksi dan berdialog langsung dengan mereka. Dengan gaya khas dan suara lantangnya, akademisi senior Riau ini melontarkan sejumlah pertanyaaan dan meminta para pelajar tersebut menjawabnya secara jujur.
Ketika ditanyakan apakah mereka setelah tamat akan melanjutlan sekolah, semuanya serentak menjawab iya. Kemana akan melanjutkan sekolah, neberapa siswa yang ditanya langsung spontan menjawab, ada yang menyebut ke MAN dan ada pula yang ingin masuk pondok pesantren di Pulau Jawa.
Manakala ditanya apakah nantinya mereka juga punya keinginan atau tidak untuk kuliah dan mau masuk ke fakultas apa di perguruan tinggi, hanya beberapa siswa yang menjawab pasti, Kebanyakan masih malu-malu dan ragu mengungkapkannya.
“Saya sarankan dan berharap kalian nantinya melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sebaiknya dari sekarang sudah dipikirikan dan ditanamkan ke sana, termasuk merancang cita-cita. Karena pendidikan yang memadai akan memudahkan untuk meraih masa depan yang gemilang,” terang Fachri.
Sebagai wujud rasa syukur atas Al-Qur’an wakaf yang diperoleh sekaligus mengekspresi semangat yang tinggi dalam menjalani aktivitas tahfidz, Fachri memimpin para pelajar untuk mengumandangkan takbir secara lantang dan serentak. Lafaz Allahu Akbar yang ucapkan serempak sebanyak 3 kali itu menggema dengan keras dan cukup menggetarkan.
Meski digelar sederhana, kegiatan penyerahan dan pembagian Al-Qur’an wakaf kepada pelajar tahfidz madrasah berlangsung khidmat dan cukup mengharukan. Usai pembagian langsung mushaf kepada masing-masing siswa penerima manfaat (Mauquf ‘alaih) yang dilakukan bersama-sama pimpinan sekolah dan majelis guru secara bergiliran, acara diakhiri dengan foto bersama.
Ekspresi gembira dan raut sumringah kentara ditunjukkan pelajar tahfidz yang mendapat mushaf Al-Qur’an wakaf. Salah satunya adalah Annisatul Khoira Umah, siswi kelas VIII yang dengan lugas mengungkapkan akan melanjutkan sekolah dengan mondok di pesantren di Jawa itu.
Nisa, panggilan akrabnya, mengaku senang dan bersyukur mendapatkan mushaf baru dan bagus untuk mendukung kegiatan tahfidznya. Akan membantu memperlancar dan membuatnya semakin rajin untuk membaca Al-Qur’an dan meningkatkan hafalannya.
Terkait rencananya melanjutkan sekolah ke pesantren di Jawa, Nisa terus terang menyebut bukan atas keinginan sendiri, melainkan permintaan orang tuanya. Toh demikian, dia tak keberatan dan siap saja dikirim mondok di pesantren di luar daerah dan berpisah jauh dari keluarga.
“Bapak yang kuat menginginkan saya mondok di pesantren di Jawa, tepatnya di Magelang. Kebetulan itu kampung Bapak dan beliau beserta keluarga besarnya pernah mondok di pesantren di sana. Tapi saya belum tahu mau mondok ke pesantren yang mana, yang jelas nenek saya atau ibunya Bapak juga mendukung,” ungkap anak sulung dari tiga bersaudara yang bertempat tinggal di daerah Palas ini.
Nisa, panggilan akrabnya, mengaku berasal dari keluarga ekonomi lemah. Bapaknya hanya bekerja sebagai buruh, sehingga untuk memenuhi kebutuhkan keluarga ibunya berdagang kuliner atau masakan harian. Justru itu, dia giat belajar dan ingin meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi agar kelak bisa punya pekerjaan dan penghasilan layak.
“Cita-cita saya ingin jadi pengusaha mandiri. Bidang usahanya nanti disesuakan dengan kemampuan dan peluang yang ada, pokoknya punya usaha yang dikelola sendiri untuk menghidupi keluarga,” pungkasnya.
Berjalan 3 Tahun
Sementara itu, Zulkifli, M.Pd selaku Humas MTsN 2 menyebut program kelas tahfidz di madrasah tersebut sudah berjalan 3 tahun terakhir. Para siswa kelas tahfdz dipilih melalui seleksi dan untuk pembelajarannya dibimbing guru/ustadz yang kompeten.
Hasil dari program tahfidz ini, lanjut dia, mendatangkan berbagai manfaat dan prestasi. Di antaranya ikut tampil mewakili daerah dan sekolah di ajang MTQ dengan capaian yang cukup membanggakan.
Menurut Zulfikar, untuk program tahfidz ini kedepan pihak sekolah akan terus meningkatkan dan mengembangkannya, salah satunya dengan memfaatkan kembali bangunan milik sekolah yang sebelumnya dipinjam sekolah lain untuk rumah tahfidz.
“Kita akan pindahkan pusat kegiatan tahfidz yang selama ini di mushala ke rumah tahfidz tersebut,” ungkap Zulfikar, alumni FKIP Universitas Riau (Unri) yang menjadi guru PKN dan sudah empat tahun mengabdi di MTsN 2 itu.
Adapun penyaluran Al-Qur’an wakaf itu sendiri oleh komunitas KWQ kepada pelajar tahfidz di sekolah umum negeri/swasta maupun pesantren di Provinsi Riau sudah berlangsung untuk kesekian kalinya sejak medio Juni 2022. Kegiatan wakaf Al-Qur’an ini sebagai salah satu upaya untuk membumikan Al-Qur’an di Bumi Melayu Riau dan melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak mulia.
Menurut Fachri Yasin, sepanjang lebih kurang tiga tahun terakhir, pihaknya sudah menyalurkan sekira 4.300 mushaf Al-Qur’an wakaf, yang sebagian besar diperuntukkan bagi para pelajar tahfidz di sekolah umum negeri/swasta dan pesantren yang ada di Provinsi Riau. Ribuan mushaf itu dihimpun dari 300-an lebih pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan. Sebagai tambahan informasi, dalam pekan ini pihaknya juga sudah mengagendakan penyaluran 32 mushaf Al-Qur’an wakaf kepada pelajar tahfidz di Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU Riau di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru. “Insya Allah, diselenggarakan pada Jumat (13/02) pagi di madrasah tersebut,” ungkap Fachri Yasin. (G/rel)

More Stories
Bersempena Silaturahmi Akbar, Sekretariat DPP IKA UIR Segera Diresmikan
Kembali Salurkan Mushaf ke SMPN Madani, KWQ Dukung ‘Pekanbaru Cinta Al-Qur’an
IKC Pekanbaru Pulang Kampung, Evaluasi Program dan Sosialisasi Strategi Peningkatan Ekonomi